Sunday, 22 November 2009

≈ Menjelang Ijab Kabul, Mute Swan Dipingit! ≈

≈ KoKi Post – Old Gum Tree ≈

Selama masa pingitan,
Mute Swan taK banyaK bicara.
Pun pagi tadi
Dia membisu,
membenamKan paruhnya
di antara Kedua sayapnya.

Di Kolam Koran Kitorang
yang berwarna KecoKlatan
Terpantul sinar mentari
berwarna ke-merah-marun-an.
Warna yang menjanjiKan
dan mencerahKan,
Mas Kawin-Kontrak sudah dihantarKan
dan ditanda-tangani,
mesKipun alot,
mesKipun mungKin …
harus banyaK mengalah.

SeKarang tinggal menunggu resepsi …
IniKah saatnya Angsa tangguh returns?
"SiK asiK Buaya CiZe … sebentar lagi
mecungul di dunia maia …",
kata si Beiby.

Kurang lebih sebulan yang lalu …
Sebelum dipingit pun
Mute Swan remains mute;
Diam itu emas

Tapi toh sulit untuK
membiarKan gossip yang beredar
Kolam Koran Kitorang bergejolaK
Lihatlah buih-buih di Kolam itu
Sambil meleKuKKan leher jenjangnya
dan membentuK huruf “S”,
Mute Swan bertitah:
“S ... S ... Stop Kriminalisasi KPK!” *)
sabdanya dengan sediKit emosional.

“Kalian tau, aKoe dan ANAKKOE**)
sudah pamit dengan ‘hormat’!
Kalau Kalian Bonar-Bonar mau berbuat onar,
‘ganggulah’ Komunitas ‘buaya’!”
Hmm … apaKah ini suatu pengaKuan
bahwa Komunitasnya adalah “cicak”?
ApaKah ini suatu himbauan
untuk “membenarKan”
perbuatan onar?
Entahlah ...

Aniwei, selamat untuK Mute Swan nan tangguh! Semoga Kerja samanya menguntungKan Kedua belah piHak secara “berimbang”. Ayo Kita sambut peluncuran CiZe. Selamat berKiprah di dunia BISNIS ;) dan semoga Pageviews-nya bisa … at least “baliK modal”.

*) KPK= Komunitas Pengintip KoKiposters
**) Sebelumnya Beybi-nya sudah diaKui mati

Friday, 20 November 2009

≈ One Little Two Little Three Little Cacao*) ≈

≈ KoKi Post – Old Gum Tree ≈

Satu buah KaKao hijau KecoKlatan di pohon
Sebutirnya taK sampai Rp. 1000,- (seribu rupiah).

Satu buah KaKao Kuning
bersemut, di antara ranting
Kulit buahnya berteKstur relatif mulus
dan berbentuK seperti melon ini
menurut Wikipedia,
merupaKan spesies KaKao dari AmeriKa selatan.

Satu buah KaKao coKlat merah
bergelantung gagah
berKutu putih
berbintiK coKlat

Dua buah KaKao hijau, muda, di pohon,

Dua buah KaKao bersanding:
satu hijau, muda
dan satu lagi coKlat, matang.

Dua buah KaKao merah marun "berjerawat"
Masih menurut WiKi,
bentuk buah yang memanjang
dan "bentol-bentol" ini
adalah ciri Khas KaKao
dari daerah Mesoamerican.

Darimanapun KaKao itu berasal,
di Indonesia,
harga kedua KaKao matang ini,
taK sampai Rp 2.000,- ( dua ribu rupiah).

Tiga buah KaKao: dua coKlat, satu Kuning KecoKlatan
Di pasar, Ketiganya berharga Rp. 2o00,- (dua ribu rupiah).

Pada suatu hari seorang neneK renta
mengambil tiga buah KaKao dari perKebun sebelah.
Minah nama neneK itu
bermaKsud untuk menjadiKan buah KaKao itu
sebagai tambahan bibit Kebun KaKao nya
yang berjumlah 200 pohon.
SingKat cerita,
neneK malang itu diperKaraKan di pengadilan,
Karena telah mencuri TIGA BUTIR KaKao.
NeneK yang diKenaKan tahanan rumah
sejak 13 Oktober s/d 1 November ini,
aKhirnya harus wajib lapor.
Sang neneK harus menempuh jarak berKilo-Kilo meter
yang bisa memaKan ongKos sebesar
Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) -
salah satu jaKsa penuntut umum berempati
dan "mengganti" transport neneK.
AKhirnya neneK itu divonis percobaan 1 bulan 15 hari,
yang tidaK wajib dijalaninya
dengan catatan
NeK Minah taK melaKuKan "Kejahatan" lain
dalam masa percobaan tiga bulan.

Empat buah KaKao:
tiga merah marun alami
nan cantiK dan mulus,
dan satu coKlat berbintiK hitam.
Kalau MbahKoe metiK Keempat KaKao itu
dan Ketahuan, entah berapa bulan tuntutannya?

Segerombol buah KaKao Kuning,
taK sampai Rp. 5000,- (lima ribu rupiah).
Berapa bulan pulaK tuntutannya kelaK,
Kalau ada yang mencurinya?

ArtiKel lengKap mengenai NeneK Minah ini bisa dibaca di Kompas di edisi 20 November dan 19 November.

*) Judul artiKel terinspirasi dari lagu Ten Little Indians.