Saturday, 31 October 2009

≈ Beiby Bertanya, Mamih Menjawab ≈

≈ KoKi Post – Old Gum Tree ≈

Langit Koran Kitorang-utan petang itu nampaK berbeda. Mamih dan Beiby sedang duduK santai meniKmati temaramnya senja. Dengan penuh taKjub mereKa menatap detiK-detiK perubahan warna langit dari Kuning Keemasan hingga menjelma menjadi merah djingga.

Sambil menariK-nariK lengan Mamihnya, Beiby bertanya: Mamih itu langitnya KoK meah ceKali?
Mamih: Ya … merah, merah tembaga atau merah djingga cayanK, buKan merah maroon.

Beiby: Ada gambal Kepala buaya nya ya Mih?
Mamih: Iya, itu tandanya Buaya CiZe aKan lahir. CiZe baKalan pindah rumah lagi, wah pasti bisa menyaingi Koran Papihnya Ana.

Beiby: Pindah Mamih? Kitorang mo pindah lagi? Ke lumah balu atau Kos-Kosan di lumah PaKde TiK?
Mamih: Ssst! Baiby jangan ember ya … W. Somerset Maugham sudah memberi petunjuK, Katanya: “Change is the essence of existence.”

Beiby: Apa itu altinya, Mih?
Mamih: Artinya … aKan ada perubahan, supaya Kitorang eKsis. Salah satunya adalah memesan logo dari agen propesional.

Beiby: Oooo … gambal-gambal itu ya Mih, yang ada tulisan Koran Kitorang-utan? Ngga paKe singKatan lagi?
Mamih: Iya … tapi buKan yang buatan Paman Mimiy Abi.

Beiby: Koq ngga paKe punya Paman Abi? Kasian dong, Kan dah capeK capeK gambalnya.
Mamih: Ssst! Itu urusannya Paman Ci dengan Paman Abi, OK? Ayo Kitorang pulang, hari sudah gelap.

≈ This Is It! Langit Koran Kitorang ... ≈

≈ KoKi Post – Old Gum Tree ≈

Senja itu langit merona djingga
MembentuK luKisan yang maha besar
Kepala buaya dengan moncong yang tajam
tampaKnya ini merupaKan petanda
bahwa Koran Kitorang
adalah ciKal baKal “buaya CiZe” yang besar
dengan artiKel-artiKel panas, ganas seKaligus bernas.

Keputusan untuK mengubah logo memang sudah bulat
Penggunaan Kata “Kitorang” lebih meneKanKan Ke-Kitorang-an,
mesKipun Kata “Kito” melibatKan si pembicara dan lawan bicara,
dalam praKteKnya “Kami” lah yang berbicara.
Kami hanya melibatKan Kitorang saja
Karena barang siapa yang ngintip
bintitanlah pahalanya.